PERAN PENTING MASYARAKAT MEMBANGUN BANK SAMPAH DI KOTA BEKASI

Suudi (Dinas Lingkungan Hidup Bekasi), Agustiani Erni (Sekretaris P3A), Ir.Themy Kendra Putra M.Si (Dinas lingkungan hidup DKI Jakarta)

Menurut kamus bahasa Indonesia sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya, kotoran seperti daun, kertas, plastik.Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2013 jumlah penduduk Indonesia tahun 2018 mencapai 265 juta jiwa, bayangkan jika penduduk Indonesia sebagaian besar mempunyai pola pikir membuang sampah sembarangan disungai ataupun dijalan maka sebagian kota di Indonesia akan tenggelam tiga puluh tahun kedepan.

Hari Jumat, Tanggal 26 Oktober 2018 bertempat di Hotel Horison Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( KPPPA) mengadakan "Advokasi Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan Melalui Pelatihan Daur Ulang Sampah di Kota Bekasi", yang bertujuan untuk memberikan kesempatan berbagi pengalaman dalam upaya peningkatan pemahaman para pengelola bank sampah dalam pemanfaatan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menunjang pengelolaan dan kualitas bank sampah di kota bekasi.

kiri-kanan - Ir.Themy Kendra Putra, M.SI, Ari Razmara, Martha Simanjuntak, Agustiani Erni, Suudi

KABID Kesetaraan Gender Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Ari Razmara mengatakan "bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun kemitraan dan sinergifitas antara instasi pemerintah dan masyarakat dalam mendorong keberhasilan pembangunan nasional, karena hakekat pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat yang terdiri dari segmen masyarakat laki-laki, perempuan, anak laki-laki atau anak perempuan, dan kaum difabel dan kaum lainnya, jadi antara pusat dan daerah harus saling memberikan sinergi untuk keberhasilan pembangunan nasional".



Perwakilan dari KPPPA kota Bekasi Jaya Eko Setyawan.SH memperkenalkan kota Bekasi, bahwa Kota Bekasi mempunyai misi cerdas, kreatif , maju, sejahtera dan ikhsan.Luas Bekasi 210,49 km persegi, dengan jumlah penduduk 2.334.871 orang yang hampir sama kepadatannya dengan jakarta, yang mempunyai makanan khas gabus pucung, dodol, bika ambon.

Bank sampah merupakan pengumpulan sampah kering dan dipilah yang memiliki manajemen seperti perbankan tetapi tabungan bukan berbentuk uang tapi sampah.Bank sampah yang aktif di kota Bekasi ada 168.Menurut Suudi dari Dinas Lingkungan Hidup, kebersihan lingkungan mencakup ketertiban, kebersihan, keindahan (K3), untuk sampah tidak hanya pemerintah saja yang bekerja, tapi masyarakatnya harus berperan serta untuk menciptakan K3.Pemerintah menyediakan tempat di setiap kelurahan untuk pemilah sampah atau bank sampah yang dikelola masyarakat.

Contoh produk daur ulang- tas, bunga, kalung dari bank sampah di Bekasi

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Ir.Themy Kendra Putra, M.SI, mengatakan bahwa jika sampah tidak dikelola dengan baik maka Jakarta akan tenggelam dan Bekasi utara akan tenggelam.Bank sampah sangat penting disetiap kota, ada 1013 RW di kota Bekasi tapi bank sampah yang aktif hanya 16% saja, sebagai warga masyarakat Jakarta atau Bekasi mulai saat ini harus mendukung kegiatan bank sampah di lingkungannya masing-masing, karena bank sampah adalah penyelamat bumi untuk anak cucu kita kedepan, mulai dari dalam keluarga dirumah untuk tidak menggunakan kantong plastik jika berbelanja, membuang sampah sembarangan, memilah sampah dan membeli produk-produk daur ulang yang sudah dihasilkan bank sampah, seperti gambar diatas ada produk :

  1. Tas recycle dari peserta bank sampah Poci (Yani) terbuat dari bungkus kopi, terlihat cantik tidak terlihat seperti sampah bekas pembungkus kopi.
  2. Bunga merekah ini terlihat seperti dari kertas atau bunga asli, ternyata bunga ini terbuat dari sisik ikan gurame yang jika tidak diolah akan terbuang percuma dan menjadi sampah.Bunga ini pasti cantik untuk menghias rumah, kantor swasta ataupun kantor pemerintah di Indonesia karena mempercantik ruangan dengan bunga cantik ini sudah mengurangi masalah sampah di Indonesia, khususnya kota Bekasi.
  3. Gambar ketiga dan keempat adalah kalung dari bahan perca yang sering kita buang percuma, jika diolah menjadi kalung terlihat cantik dan elegan, sama seperti kalung-kalung impor yang dijual harganya bisa mencapai jutaan rupiah.Kalung ini diolah dari bank sampah kemuning, Jati Bening, Pondok Gede.
Cara mengatasi sampah adalah dengan Reduce, Reuse, Recycle (3R) :
  1. Buang sampah pada tempatnya.
  2. Lakukan gerakan 3R
  3. Pilah sampah berdasarkan jenisnya untuk mempermudah proses daur ulang
Apa Itu 3R ?
  1. Reduce adalah upaya mengurangi timbunan sampah misalnya tidak memakai plastik saat belanja tapi pakailah tas, belilah kemasan dalam ukuran besar untuk mengurangi sampah, kurangi popok kertas tapi pakailah popok kain.
  2. Reuse adalah memanfaatkan kembali bahan atau barang, agar tidak menjadi sampah seperti mengurangi penggunaan kertas, membuat tempat pensil dari kaleng minuman.
  3. Recycle adalah menggunakan kembali bahan setelah melalui proses pengolahan atau barang daur ulang sampah seperti membuat kompos dari sampah organik, mendaur ulang kertas atau karton, mendaur ulang botol, gelas plastik menjadi biji plastik atau barang-barang lainnya.
Anggota Bank Sampah sedang membuat skema penjualan produk sesuai arahan Martha Simanjuntak

Martha Simanjuntak CEO dari IWITA memberikan pengetahuan alur membuat produk daur ulang agar bisa dijual dan dikenal konsumen untuk usaha kecil menengah terutama untuk produk dari daur ulang yang dihasilkan dari bank sampah, peserta dari bank sampah sangat antusias mengikuti arahan dari Martha Simanjuntak.Alur atau skema penjualan diajarkan bertujuan produk dari bank sampah bisa laku terjual karena jika produk dari bank sampah sudah didaur ulang tapi tidak ada yang membeli atau menggunakan maka bank sampah yang diidirikan akan mati, jadi yuk beli produk daur ulang dari bank sampah.

Indonesia Women Information Technology Awareness (IWITA) berdiri tanggal 9 April 2009 berkedudukan di Jakarta, IWITA merupakan ikatan perempuan tanggap teknologi yang mengajak para perempuan Indonesia untuk tidak ketinggalan zaman dengan kemajuan dunia teknologi.IWITA merupakan organisasi yang memiliki tujuan mencerdaskan perempuan melalui teknologi, karena perempuan adalah gerbang utama dalam membentuk calon generasi penerus bangsa Indonesia.Untuk lebih mengenal IWITA bisa kunjungi klik disini atau ingin membeli produk daur ulang sampah bisa klik disini

jadi dukung yuk kegiatan bank sampah di kota mu, karena dengan mendukung bank sampah, kamu sudah menjadi pahlawan dunia dengan menyelamatkan bumi dari kerusakan-kerusakan yang dihasilkan dari sampah dan rumah kaca.


salam bank sampah
nursobah

Comments

Popular posts from this blog

NAIK TRANSJAKARTA ATAU BUSWAY KE ANCOL ( DUFAN, ALLIANZ ECOPARK, SEAWORLD)

Naik Grab Car & Busway ke DUFAN ( Dunia Fantasi)

EXCEL UNTUK ONLINE SHOP / TOKO BAJU,SEPATU SANGAT MUDAH