Apakah Omicron Lebih Berbahaya? Cek Ruang Publik KBR




Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, namun kita patut bersyukur dan merasa lega karena kasus Covid-19 di Indonesia menurun drastis dari hari ke hari. Senang sekaligus bahagia karena di bulan Desember 2021 banyak tempat-tempat umum sudah dibuka, seperti tempat rekreasi, Taman kota, dan Mall atau pusat perbelanjaan. Ibu-Ibu dirumah senang dan bisa menarik nafas karena mulai awal Januari 2022 anak-anak sekolah sudah Pembelajaran Tatap Muka (PTM), yang sedikit menyita waktu adalah memilih menu bekal anak sekolah karena anak-anak tidak boleh jajan di kantin apa lagi diluar sekolah, tapi peraturan itu lebih baik dampaknya karena makanan anak terjamin gizi, kesehatan dan kebersihan. Tapi jangan lengah karena pandemi belum berakhir varian ke-13 dari virus corona yaitu omicron sudah meningkat penyebarannya, bahkan artis Ashanty yang baru pulang liburan dari negara Turki positif corona saat tes PCR di bandara Soekarno Hatta, jadi protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Ada acara live streaming Ruang Publik KBR, hari Jumat, Tanggal 7 Januari 2022 talkshow Ruang Publik KBR bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan IFRC, mengangkat topik menarik mengenai "Seberapa Bahaya Varian Omicron", pembawa acara Rizal Wijaya, dengan narasumber Brigjen TNI(Purn) dr. Alexander K. Ginting S. Sp.P(K) FCCP - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 dan Masdalina Pane-Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI). 

Penyebaran varian virus ke-13 ini sangat cepat, hingga Selasa 4 Januari 2022, Indonesia mencatatkan penambahan 92 kasus baru Covid-19 akibat penularan varian baru Omicron. Sehingga, total kasus Covid-19 dari penularan varian Omicron menjadi 254, terhitung sejak diumumkan pertama kali oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 16 Desember 2021. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dari jumlah tersebut, 239 kasus merupakan pelaku perjalanan internasional (imported case) dan 15 kasus merupakan transmisi lokal. Kemenkes meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan varian Omicron karena kasus transmisi lokal terus bertambah hingga saat ini.


Virus Corona Terus Bermutasi

Kondisi masih pandemi di Indonesia maupun didunia, virus masih terus bermutasi jadi masyarakat  harus tahu dan paham bahwa kita masih dalam pandemi dan situasinya naik turun. Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan 5 varian virus of concern yaitu alpha, beta, gamma, delta dan omicron. Virus omicron dilaporkan pertama kali di Afrika Selatan dan dengan cepat sekali menyebar ke eropa dan asia, 135 negara melaporkan terdapat virus omicron. Menurut Brigjen TNI(Purn) dr. Alexander K. Ginting S. Sp.P(K) FCCP - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 "Virus Omicron mudah bermutasi, banyak gen-gen yang sudah mutan, kecepatan menular dan kecepatan bereplikasi." Virus corona berbeda dan virus lainnya, seperti virus flu biasa yang mudah diatasi, tetapi virus corona tidak mudah diatasi dengan cepat, menurut data pemerintah, bahwa varian virus delta, beta masih ada atau belum hilang jadi tidak semua kasus omicron. Waspada harus tapi jangan panik dan jangan lengah varian baru dari covid ini, penyebaran lebih cepat, gejala tidak seberat delta, protokol tetap harus dijaga, lakukan vaksin lengkap.


Berapa Lama Proses Karantina?

Pandemi akan berakhir jika WHO menyatakan ini berakhir, WHO akan mengumumkan berakhir jika lebih dari setengah negara di dunia mampu mengendalikan virus. Menurut Masdalina Pane-Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) "Masa inkubasi adalah masa sejak masuknya bibit penyakit masuk dalam tubuh sampai munculnya gejala, WHO masih menetapkan masa inkubasi 2-14 hari. Masa karantina yang ideal yaitu 1x masa inkubasi yaitu 14 hari, tapi masih bisa dikurangi jika sudah divaksin lengkap tapi tetap dipantau selama 14 hari, sistem pelayanan kesehatan siap menerima penderita virus dengan cepat seperti obat-obatan, tempat tidur, oksigen tersedia dan wajib disiplin dalam proses karantina.

Mencegah virus Omicron

Pemerintah dan masyarakat harus saling membantu dalam mencegah virus menyebar ke komunitas dengan membatasi masyarakat untuk perjalanan ke luar negeri jika tidak ada urusan yang penting, jika begejala batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan dan kontak dengan orang yang pulang dari luar negeri  segera test kesehatan karena varian omicron banyak yang tidak bergejala. Pemerintah juga menyediakan vaksinasi khusus anak mulai usia 6 - 11 tahun melalui sekolah. Vaksinanasi harus disukseskan oleh pemerintah dan masyarakat. Manfaat vaksin melindungi kita dengan memberikan imunitas jadi sangat berguna untuk tubuh kita dan lingkungan sekitar. Pemerintah berharap agar semua masyarakat melakukan vaksin lengkap dan booster karena virus terus bermutasi. Antrian rumah sakit bisa terjadi pada varian omicron tapi tidak seperti varian delta yang sampai antri di rumah sakit. Jika ada bergejala dan kontak dengan orang yang pulang dari luar negeri harus ke rumah sakit terdekat. Masyarakat harus berkontribusi untuk mencegah penularan virus dan tidak usah panik berlebihan tapi tetap harus waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan dan lakukan vaksin untuk yang belum vaksin.


Salam Sehat
Cek Youtube KBR : Klik disini












Comments

Popular posts from this blog

NAIK TRANSJAKARTA ATAU BUSWAY KE ANCOL ( DUFAN, ALLIANZ ECOPARK, SEAWORLD)

Naik Grab Car & Busway ke DUFAN ( Dunia Fantasi)

EXCEL UNTUK ONLINE SHOP / TOKO BAJU,SEPATU SANGAT MUDAH